Jumat, 13 November 2015



BAB II
AGAMA ZOROASTER

A.    SEJARAH LAHIRNYA AGAMA ZOROASTER
Sejarah kelahiran dan perkembangn agama Zoroaster tidak bisa dipisahkan dari Kerajaan Persia. Para peneliti bersepakat bahwa agama Zoroaster hadir di dunia kira-kira 2000-1800 SM. Pendapat ini berdasarkan zaman saat tokoh utama agama ini (Zarathustra) hidup.[1]
Agama inipun pernah menjadi agama negara bagi tiga kerajaan besae di Iran yang hidup dan berkembang hampir berkesinambungan sejak abad ke-6 sampai abad ke-7 M, serta banyak menguasai daerah Timur Dekat dan Tengah.[2]
Setelah Zarathustra berhasil mengembangkan ajarannya di Persia, raja-raja Dinasti Achaemenids menjadi penganut agama Zoroaster sampai pada raja Darius III (363-331 SM). Ketika imperium Persia ditaklukan oleh Alexander the Great, agama Zoroaster semakin meredup, kemudian berlangsung Hellenisasi yang intensif di seluruh wilayah Persia. Hellenisasi adalah proses perubahan kultural yang terjadi sekitar abad ke-2 SM hingga pertengahan abad pertama Masehi, karena dipengaruhi kebudayaan dan peradaban Yunani yang sangat dominan.
Perkembangan agama Zoroaster terbagi atas tiga tahap masa, sebagai berikut:
1.      Masa 600-550 SM (150 tahun), merupakan masa pertumbuhan kekuasaan dan pengembangan agama Zoroaster.
2.      Masa 550-486 SM (65 tahun), merupakan masa perluasan kekuasaan dan perluasan pengaruh agama Zoroaster.
3.      Masa 486-331 SM (156 tahun), merupakan masa peperangan yang terus menerus dengan Yunani.
Setelah itu peradaban Persia lenyap dan digantikan oleh peradaban yunani. Selain itu, mitologi yunani yang memuja Dewa Zeus (yang melambangkan Dewa Matahari) beserta pemujaan dewa lainnya diserap oleh masyarakat Persia hingga agama Zoroaster yang asli dan menganut monotheisme, digantikan aliran-aliran Mazdaism, Mithraism, dan Machaenism.
Aliran-aliran tersebut berkembang dan menjadi anutan msyarakat pada saat pemerintahan Dinasti Sassanid. Aliran yang paling berpengaruh adalah Mazdaism yang lambat laun dikenal dengan nama agama Majusi. Setelah bangkit dan kemudian bercampur dengan peradaban yunani, agama Zoroaster kembali meredup. Hal itu terjadi karena pada saat pemerintahan Dinasti Sassanid terjadi perlawanan dari Khalifah Umar bin Khattab (634-641 M). Runtuhnya Dinasti Sassanid menjadi perkembangan terakhir agama Zoroaster semenjak 12 abad lamanya. Akan tetapi Zoroastrianisme tidak lenyap seluruhnya, saat ini populasi Zoroaster di iran sekitar 25 ribu orang dan mayoritas mereka menetap di Teheran, Kerman, dan Yazd.

B.     NABI ATAU PEMBAWA AJARAN
Zarathustra atau Zartosht (Parsi Modern), Zerdest (Kurdi), Zoroastres (Yunani), dan Zoroaster (Latin) adalah Nabi pencetus Zoroastrianisme. Zarathustra dilahirkan di Azerbaijan. Ia berasal dari keturunan suku Media karena ayahnya Porushop Spitama, ibunya bernama Dughdova. Dalam ceritanya Dughdova belum pernah dijamah oleh Porushop, yang kemudian melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Zarathustra. Oleh Durashan (kepala kaum Majusi) memliki firasat bahwa anak laki-laki tersebut akan menghancurkan agama Majusi. Pada umur 7 tahun dia sudah belajar keagamaan dan kependetaan. Ketika umur 15 tahun ia memperoleh tanda lulus (Costi) dalam pelajaran keagamaannya. Dilanjutkan umur 20 tahun ia dinikahnya oleh kedua orang tuanya dengan seorang gadis bernama Havivi. Ketika umur 30 tahun ia berkhalwat di sebuah gua di Gunung Sabalan. Di sibilah ia mendapat sebuah ayat titisan Ahura Mazda (SBE, 31:10-11) yang berbunyi:
“This man is found for me here, who alone has hearkened to our enunciation. (orang inilah yang-Ku jumpai di sini, yang ia seorang saja sudah mendengarkan pemberitaan Kami)”
Setalah mendapat wahyu ia ajarkan kepada masyarakat Iran utara, akan tetapi ia hanya mendapatkan seorang pengikut yang tak lain adalah sepupunya Maidhyoimanha.
Pada tahun ke-12 kenabiannya, Zarathustra mengemabara ke Timur. Awalnya menuju Seista, selanjutnya ke Bactria yang dipimpin oleh raja yang bijaksana, Vishtaspa. Setelah 47 tahun menjadi Nabi, Zarathustra wafat dalam usia 77 tahun. Zarathustra meninggalkan 3 istri, 3 putri dan 3 putra.
C.    KITAB SUCI
Avesta merupakan kumpulan tek yang terkumpul dalam bentuk tulisan yang ditulis kira-kira abad ke -6 M. Avesta menjadi kitab suci para pengikut Zoroaster. Avesta berasal dari kata avistak yang berarti bacaan, sedangkan pengertian lanjutan dari Avesta bermakna pengetahuan. Kitab ini ditulis dengan huruf dan bahasa Avesta yang mengacu pada masa Iran Kuno yang memiliki akar persamaan dengan bahasa Pahlevi dan Sansekerta. Kitab suci itu dulunya terdiri dari 21 kitab, yang kini hanya tinggal 5 kitab, yaitu:
1.      Kitab Yasna
Kitab ini berisi kumpulan doa-doa dan aturan-aturan ibadah. Kumpulan pujian-pujian disebut dengan Ghatas. Ghatas terdiri dari 17 puji-pujian yang menceritakan tentang perjumpaan Zarathustra dengan Tuhan. Sedangkan dalam kitab Yasna pujian-pujian terhimpun menjadi 72 buah haiti/pasal
2.      Kitab Vispered
Kitab ini bermakna kodrat-kodrat terkemuka (vispe ratave), berisikan pembahasan hal ghaib yang terkemuka dan tunduk pada Kodrat Tunggal Ahura Mazda. Selain itu berisi himpunan nyanyian permohonan dan kebaktian. Isi dan bentuknya mirip kitab Yasna dan ini merupakan kitab kebaktian tambahan yang terdiri atas 24 pasal.
3.      Kitab Vendidad
Kitab ini berisi tulisan-tulisan yang berkaitan dengan ritual pemurnian atas hukum-hukum agama yang terdiri atas 22 bab dan ditambah dengan 20 bab tentang kumpulan hukum-hukum agama. Kitab ini berpangkal terhadap doktrin yang paling pokok yaitu perang terhadap Angro Mainyu dan seluruh kodrat-kodrat jahat.
4.      Kitab Yasht
Kitab ini berisi nyanyian keagamaan kepada para Izad (kodrat-kodrat ghaib termulia). Kitab ini terdiri dari 21 nyanyian pujian  yang merupakan kumpulan tambahan kitab Yasna.
5.      Kitab Khorda Avesta
Kitab ini merupakan kumpulan doa sehari-hari yang di dalamnya juga mencakup Yashts, kumpulan puji-pujian dan puisi kepahlawanan.
            Selain kelima kitab yang merupakan bagian dari kitab Avesta, ada kitab rujukan lagi yaitu buku Pahlavi. Buku yang dibuat semasa Dinasti Sassanid yang sejak itu pengikut Zoroaster menjadi minoritas.

D.    SISTEM KEPERCAYAAN
1.      Konsep Ketuhanan
Penganut Zoroaster harus mengimani Ahura Mazda dengan melakukan pengakuan keimanan yang harus diucapkan sebagaimana berikut :
“I confess myself a worshipper of Mazda, a follower of Zarathustra, one who hates the Deavas anda who obeys the Law of Ahura” Saya mengaku diriku penyembah Mazda, pengikut Zarathustra yang membenci deavas dan menaati Hukum Ahura.
Di dalam kebaktian sehari-hari, setiap orang yang beriman harus menegaskan kepercayaan bahwa ajaran Zarathustra itu melebihi agama-agama lainnya. Dengan demikian keimanan paling pokok agama Zoroaster adalah pengakuan terhadap Ahura Mazds, dialah yang menciptakan alam semesta dan menciptakan kodrat-kodrat rohani yang terbagi menjadi dua golongan yaitu
a.       Keyakinan terhadap Spenta Mainyu
Spenta Mainyu menempati kedudukan yang tertinggi dan termulia, antara lain:
1)      Vohu Manah, roh yang memiliki jiwa berbudi dan mati di surga. Vohu Manah mengharuskan penganut Zoroaster mengorbankan binatang untuknya. Saat ini, umat Zoroaster mempersembahkan susu dan mentega dalam ritual.
2)      Kshatra Vairya, roh yang maha mulia dan pejuang kerajaan yang membela orang miskin, disebut juga Kebaikan Dominion Ahura Mazda.
3)      Asha Vahista, kodrat pembela perintah-perintah dan memerangi iblis.
4)      Armaity, penyokong kebijaksanaan di bumi.
5)      Haurvatat, kodrat yang membawa kemakmuran, kemurnian dan kesehatan.
6)      Ameretat, kodrat yang memberikan kehidupan kekal, umur panjang. Ameretat dan haurvatat hampir selalu berdampingan.
b.      Keyakinan terhadap Angro Mainyu
Para pengikut Angro Mainyu disebut dengan Deavas. angro Mainyu bermakna kodrat yang jahat atau bruruk.
2.      Konsep Penciptaan
Alam semesta diyakini telah berusia 12.000 tahun. Konsep Alam
berdasarkan urutan terciptanya  :
1)      Langit ( pertahanan )
2)      Air ( menghantam dusta dan dahaga )
3)       Bumi ( tanah )
4)      Hewan ( berkah )
5)      Api
6)      Angin
7)      Tumbuh-tumbuhan
3.      Konsep Manusia
Dalam Agama Zarathustra manusia baik jasad maupun Rohnya, manusia juga memiliki peran di dunia yaitu bekerja sama dengan alam, serta menjalankannya dengan amal shaleh, akal pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik. Manusia pertama kali di ciptakan Aliran Mazda yang bernama Yima. Dalam konsep manusia disini jalan keselamatan satu-satunya bagi manusia adalah mengikuti jalan Ahura Mazda: “seseorang yang beriman itu serba tahu dan serba asih, seperti engkau, O Mazda” (Yasna, 43:3).
4.      Konsep Etika Hidup
Sebagian ajaran Zoroaster adalah mengenai etika hidup. Dasar pikiran teologis agama ini berintikan pada pandangan moralistik tentang kehidupan.. dalam agama Zoroaster moralitas diungkapkan dalam tiga kata yaitu pikiran baik (humat), perkataan baik (huklit) dan perbuatan baik (huvarsht). Dalam agama ini membebaskan para pengikutnya untuk memilih hidup yang bai atau jahat bagi dirinya sendiri. Menurut mereka dunia yang akan datang akan mengalami pembaharuan. Mereka menyakini bahwa tidak ada yang ditakdirkan atau dikodratkan sebelumnya. Selain itu, penganut agama Zoroaster diwajibkan melakukan beberapa hal yang harus dilaksanakan pada hari-hari yang berlainan setiap bulannya, seperti minum anggur, pakai baju-baju baru, pergi ke kuil api dan lain-lain.
5.      Konsep Eskatologi (Kehidupan setelah kematian)
1)      Pengadilan saat kematian
Setiap roh manusia setelah meninggalkan kehidupan dunia bergentanyangan selama tiga hari di dekat jasadnya. Lalu, setelah hari keempat, roh menghadapi pengadilan di atas jembatan pembalas atau jembatan cinvat (jembatan yang menuju ke surga). Jembatan ini dijaga oleh Dewa Rashuyang menimbang baik-buruknya perbuatan manusia. Jika perbuatan baiknya lebih berat dari pada perbuatan buruknya maka ia langsung masuk surga, apabila perbuatan burunya lebih berat dar pada perbuatan baiknya maka masuk neraka, apabila perbuatan baik dan buruknya seimbang maka ia dimasukkan ke Hamestagan (tempat campuran). Neraka bukan merupakan tempat penyiksaan abadi, melainkan bersifat sementara dan akhirnya semua akan masuk surga.
2)      Hari kebangkitan
Hari kebangkitan adalah hari dimana manusia dibangkitkan dari neraka dan seluruh umat manusia tanpa kecuali berkumpul dalam surga tempat mereka semua akan memuji Tuhan selamanya. Konsep surga menurut agama Zoroaster adalah suatu keadaan yang kembali kepada kehidupan dunia sebelum Angro Mainyu menentangnya. Dan surga diibaratkan hanya sebagai tempat reuni keluarga manusia berkumpul dalam suatu kehidupan abadi dan kenikmatan yang abadi pula..
3)      Konsep tentang api
Api adalah unsur yang sangat penting dalam kehidupan. Pengikut agama Zoroaster menyalakan api suci di tungku-tungku ynag terdapat di setiap kuil peribadatan, tungku itu dijaga oleh pemimpin agama (magi), rohaniwan muda serta pendeta kuil. Setiap hari harus memasukkan kayu cendana ke dalam tungku api sebanyak 5 kali, menaburkan wangi-wangian dan lain-lain.

E.     SEKTE-SEKTE DALAM AGAMA ZOROASTER
1.      Kelompok Shenshahi, yang merayakan Tahun Baru pada musim gugur, yaitu sekitar bulan agustus atau september.
2.      Kelompok Qadimi, yang merayakan Tahun Baru pada musim panas, yaitu sekitar bulan juli atau agustus.
3.      Kelompok Fasli, yang merayakan Tahun Baru pada musim semi, yaitu setiap tanggal 21 maret.

F.     PRAKTIK KEAGAMAAN AGAMA ZOROASTER
1.      Cara bersuci dan beribadah (Shalat)
Sebelum sembahyang harus memPersiapkan diri dengan mencuci wajah, tangan dan kaki dari kotoran debu kemudian menutup sebagian muka. Kemudian melepaskan tai kawat suci dan berdiri dengan tali dipegang dengan kedua tangan di mukanya, tegak lurus di hadapan penciptanya, matanya menatap api. Selanjutnya berdoa kepada Tuhan Ahura Mazda sambil memukul-mukulkan ujung kawat dengan penghinaan kepada Angro Mainyu.
Pelaksanaaan ibadah tiga kali sehari dan ditambah dua ibadah tambahan. Waktu pelaksanaan orang Persia Kuno ialah ketika matahari terbit, tengah hari, dan matahari terbenam.
2.      Ritual naojote
Ritual yang dijalani oleh anak-anak yang berusia antara tujuh hingga sepuluh tahun. Kata Naojote berasal dari kata Nao yang artinya baru dan Jote atau Zote yang artinya mempersembahkan doa-doa.
3.      Upacara pernikahan
Batas minimal laki-laki dan wanita diperbolehkan menikah adalah umur 15 tahun. Berikut ritual-ritual dalam agama Zoroaster:
a.       Adravvun (Nam Padvun), kunjungan pertama calon pasangan, pihak laki-laki memberikan koin perak sebagai pertanda adanya pertunangan.
b.      Divo, dua lampu menyala di masing-masing rumah mempelai yang akan menikah, setelah itu melakukan tkar cincin.
c.       Adarni, hari ketiga sebelum pernikahan ada pertukaran hadiah
d.      Pernikahan berlangsung.
4.      Ritual kematian
Jasad manusia yang mati tidak dikubur atau dikremasi. Adapun tahap-tahapnya sebagai berikut:
a.       Mayat dibiarkan 3 hari dalam rumah sebelum dibawa ke Tower of Silnece.
b.      Di Tower of Silence mayat akan ditelanjangi dan ditidurkan di atas menara yang terbuka dan dibiarkan dimakan oleh burung pemakan bangkai.
c.       Selanjutnya sisa-sisa tulang dibuang ke dalam sumur atau terowongan yang terdapat dalam kuil.
5.      Kalender keagamaan
Kalender agama Zoroaster dibagi menjadi 3 yaitu Fasli, Shenshahi dan Qadimi. Ulang tahun Zoroaster (Khordad Sal), akan tetapi kelahiran nabi agama ini tidak bisa diidentifikasikan secara akurat maka tidak ada tanggal yang pasti. Ada beberapa pesta wajib, yaitu:
a.       Maidyozarem (pesta pertengahan musim semi)
b.      Maidyoshahem (pesta pertengahan musim panas)
c.       Paitishahem (pesta membawa panen)
d.      Ayathrem (membawa pulang ternak)
e.       Maidyarem (pesta musim dingin)
f.       Hamaspathmaidyem (pesta seluruh jiwa)
Tahun baru agama (Norus)  Zoroaster terjadi pada musim semi.
G.    Tempat Suci dan Ibadah
1.      Kota Yazd (kota Iran Tengah)
2.      Gunung Ushi-darena (Azerbaijan, dekat Danau Chaechasta, yang dikenal Urumiah)
3.      Gunung Har-Berezaiti (gunung Alborz, Iran Utara)
4.      Museum Zoroastrian Kerman


[1] M. Ali Imron. Sejarah Terlengkap Agama-Agama Di Dunia. (Yogyakarta: IRCiSoD, 2015). Hal. 272.
[2] Mukti Ali, Agama-Agama Di Dunia, (Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press, 1998). Hal. 269.

Kamis, 12 November 2015

 

















Novel Dilan karya Pidi Baiq

Awalnya aku memang tak suka baca novel, kalo dipikir-pikir daripada mbaca novel mendingan nonton filmnya sekalian. Ya, aku mulai tertarik membaca novel itu karena ada seseorang yang memberiku novel berjudul Dilan. "kamu baca deh, pasti kamu bakal suka!" itu kata-kata yang mungkin bisa meyakinkanku untuk memulai membaca Dilan. Oh iya lupa bilang "makasih buat novel Dilan yang 1" hehehe pemberinya di rahasiakan. Sedikit review aja,

Dilan part 1 itu novel yang luar biasa. percaya ga percaya, rasanya aku kayak jatuh cinta lagi, iya jatuh cinta sama Dilan. Pas mbaca novelnya aku ikut terhanyut, ikut senyum-senyum sendiri dan ikut ngrasain jadi Milea (tokoh utama cewek dalam novel tersebut). Selain itu ada yang bikin greget lagi, tau gak? settingnya di Bandung. Oh my God Bandung itu kota impianku jadi semangat bacanya deh. Gaya mencinta Dilan yang beda dengan lainnya itu yang bikin aku jatuh cinta sama Dilan. "Andai Dilan itu nyata, mesti banyak yang antri jadi kekasihnya" #ngayal. Bayangin deh Dilan ketemu Milea aja pertama kali langsung ngramal-ngramal gitu, terus datang ke rumah Milea bilangnya dari petugas kantin padahal itu hanya akalannya Dilan biar bisa ketemu Milea, terus pas Milea Ulangtahun coba tebak kadonya apa ?? mesti pada mikir kado spesial itu kayak kue tart, kalung, cincing, boneka, baju ato lainnya. tapi Dilan engga gitu, dia ngasih kado Milea TTS yang udah ia kerjain mati-matian. terus ada lagi Dilan ngirim surat buat Milea tapi nitipnya ke tetangganya, isi suratnya cuma minta ijin si tetangga itu untuk mencintai Milea. Haha konyol bukan 

 Memang di part 1 itu ngisahin asmara Dilan yang menggebu-gebu kepada Milea, dan alhasil Dilan jadi pacarnya Milea pas di part 2 awal-awal. Paling ngena kata-kata Dilan itu yang gini : "Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja" (Dilan 1990)
Langsung ke part 2 ya,,, soalnya kalo banyak nyritain yang part 1 bisa-bisa aku tergila-gila sama Dilan beneran. haha ntar malah jadi kepikiran Dilan terus
Di part 2 masalah kisah asmara Dilan Milea semakin rumit, aku ga begitu suka sama Dilan part 2 soalnya kisah cinta mereka ga semenarik Dilan part 1, walau ada sebagian kisah mereka yang so sweet tapi ujungnya Dilan diputus ama Milea. Tau gak kenapa? soalnya Milea ga suka cowok ikutan geng motor, tapi Dilan udah terlanjur terjun ke dalam geng-gengan tersebut, akhirnya kata putus diucap Milea, Dilanpun tak bisa apa-apa. Sedikit penyesalan sebenarnya dari dalam Milea tapi semenjak mereka memasuki dunia perkuliahan hidup mereka udah berubah, Dilan dengan cewek barunya dan Milea dengan cowok barunya. Gapapa sih masing-masing mereka telah menemukan pasangan masing-masing,tapi rasanya aku ga ikhlas klo Dilan itu ga sama Mile huhu. Sad ending menurutku, tapi itu semua adil .
Terimakasih kak Pidi Baiq, novelmu sangat menarik, kau bisa ubah gayaku yang tak suka novel jadi suka novel hihi