Kamis, 12 November 2015

 

















Novel Dilan karya Pidi Baiq

Awalnya aku memang tak suka baca novel, kalo dipikir-pikir daripada mbaca novel mendingan nonton filmnya sekalian. Ya, aku mulai tertarik membaca novel itu karena ada seseorang yang memberiku novel berjudul Dilan. "kamu baca deh, pasti kamu bakal suka!" itu kata-kata yang mungkin bisa meyakinkanku untuk memulai membaca Dilan. Oh iya lupa bilang "makasih buat novel Dilan yang 1" hehehe pemberinya di rahasiakan. Sedikit review aja,

Dilan part 1 itu novel yang luar biasa. percaya ga percaya, rasanya aku kayak jatuh cinta lagi, iya jatuh cinta sama Dilan. Pas mbaca novelnya aku ikut terhanyut, ikut senyum-senyum sendiri dan ikut ngrasain jadi Milea (tokoh utama cewek dalam novel tersebut). Selain itu ada yang bikin greget lagi, tau gak? settingnya di Bandung. Oh my God Bandung itu kota impianku jadi semangat bacanya deh. Gaya mencinta Dilan yang beda dengan lainnya itu yang bikin aku jatuh cinta sama Dilan. "Andai Dilan itu nyata, mesti banyak yang antri jadi kekasihnya" #ngayal. Bayangin deh Dilan ketemu Milea aja pertama kali langsung ngramal-ngramal gitu, terus datang ke rumah Milea bilangnya dari petugas kantin padahal itu hanya akalannya Dilan biar bisa ketemu Milea, terus pas Milea Ulangtahun coba tebak kadonya apa ?? mesti pada mikir kado spesial itu kayak kue tart, kalung, cincing, boneka, baju ato lainnya. tapi Dilan engga gitu, dia ngasih kado Milea TTS yang udah ia kerjain mati-matian. terus ada lagi Dilan ngirim surat buat Milea tapi nitipnya ke tetangganya, isi suratnya cuma minta ijin si tetangga itu untuk mencintai Milea. Haha konyol bukan 

 Memang di part 1 itu ngisahin asmara Dilan yang menggebu-gebu kepada Milea, dan alhasil Dilan jadi pacarnya Milea pas di part 2 awal-awal. Paling ngena kata-kata Dilan itu yang gini : "Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja" (Dilan 1990)
Langsung ke part 2 ya,,, soalnya kalo banyak nyritain yang part 1 bisa-bisa aku tergila-gila sama Dilan beneran. haha ntar malah jadi kepikiran Dilan terus
Di part 2 masalah kisah asmara Dilan Milea semakin rumit, aku ga begitu suka sama Dilan part 2 soalnya kisah cinta mereka ga semenarik Dilan part 1, walau ada sebagian kisah mereka yang so sweet tapi ujungnya Dilan diputus ama Milea. Tau gak kenapa? soalnya Milea ga suka cowok ikutan geng motor, tapi Dilan udah terlanjur terjun ke dalam geng-gengan tersebut, akhirnya kata putus diucap Milea, Dilanpun tak bisa apa-apa. Sedikit penyesalan sebenarnya dari dalam Milea tapi semenjak mereka memasuki dunia perkuliahan hidup mereka udah berubah, Dilan dengan cewek barunya dan Milea dengan cowok barunya. Gapapa sih masing-masing mereka telah menemukan pasangan masing-masing,tapi rasanya aku ga ikhlas klo Dilan itu ga sama Mile huhu. Sad ending menurutku, tapi itu semua adil .
Terimakasih kak Pidi Baiq, novelmu sangat menarik, kau bisa ubah gayaku yang tak suka novel jadi suka novel hihi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar